Untitled Document
 
 
 
 Akan Ada Kota dan Universitas Linux di Korsel
   
     
 

Jakarta, Tak lama lagi, pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan memilih satu kota dan satu universitas untuk tempat uji coba berbagai program open source.

Rencana tersebut diumumkan oleh pihak Kementerian Informasi dan Komunikasi (MIC) Korsel, seperti dikutip detikinet dari softpedia Jumat (17/02/2006). Kota dan universitas terpilih sedianya akan beroperasi sebagai tempat uji coba program open source.

Pemilihan akan dilakukan menjelang akhir Maret. Dalam hal ini, software open source seperti Linux akan menjadi mainstream berbagai program kegiatan.

"Kami akan mulai memakai beberapa aplikasi minggu depan. Setelah menyaring kandidat kota dan universitas, tempat uji coba itu kemungkinan akan ditentukan akhir Maret depan," kata Lee Do-kyu, Direktur MIC.

Kota dan universitas terpilih, akan diharuskan untuk menginstal software open source sebagai prasarana kegiatan utama. Untuk proyek ini, MIC telah mengucurkan dana yang cukup banyak yakni 4,1 miliar won (1 won = Rp 9,44 Sumber: xe.com) tahun ini.

Untuk sementara, tercatat baru sekitar 1 persen PC desktop di Korea yang terinstal Linux dan seperlima untuk pasar server. Menjelang 2010, Agen Promosi Industri TI (Teknologi Informasi) Korea berencana meningkatkan persentasenya menjadi 5 persen untuk PC desktop dan 40 persen untuk server.

Disinyalir, proyek tersebut diadakan sebagai bagian dari usaha Korea untuk menjauh dari Microsoft. Pasalnya, raksasa software itu memutuskan untuk berhenti mengeluarkan patch (program tambalan) untuk Windows 98. Walhasil, sekitar 13 persen dari 27 juta PC (personal computer) di Korea Selatan terancam diserang hakcer dan program jahat. (dwn)

Penulis : Detik.Net
Tanggal Publikasi : 2006-02-17
 
Berita Lainya
 
 
 
 
 
 

 

 

 
 
 
Model implementasi apa yang pas untuk sistem akademik kampus?
 
Jual beli dg server di user
Sewa bulanan dg server di user
Layanan sistem dg server di vendor

 
 
 
   
 

 
 

16/06/2019

 
  ...